 | Welcome | Dec 15, 2004 |
Welcome to Lidia's home page! Thanks for stopping by. Please check out all my pages, and drop me a line to say hi.
TripAdvisor™ TripWow ★ Bali Bali Bali Slideshow ★ to Bali and Kuta. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor Link
|  | Rumah makan ini umurnya masih muda, baru delapan bulan berdiri. Saya dapat info tentang tempat makan ini dari seorang sepupu saya, yang sama-sama lahir dan besar di Bangka. Karena lokasinyayang lumayan jauh dari saya, akhirnya baru hari Minggu kemarin saya sempat mencoba aneka makanan di sana.
Otak-otak Belijong artinya otak-otak Belinyu, nama sebuah kota kecil di utara Pulau Bangka. Belinyu adalah kota kelahiran saya, tempat nenek saya dari pihak ibu tinggal. Setiap liburan sekolah, pasti saya pergi ke sana dan menginap di rumah nenek saya. Sepupu saya, Ori tinggal tidak jauh dari rumah nenek saya yang sama-sama berada di perumahan karyawan PT Timah. Nenek saya memanjakan saya dan adik-adik dengan masakan-masakannya yang lezat. Selain itu masih juga beliau memanggil tukang jualan makanan yang kadang lewat dan sudah menjadi langganan keluarga. Beberapa makanan tersebut sekarang bisa saya temukan di rumah makan "Otak-otak Belijong" ini. Senangnyaaa...
Namanya saja sudah dimulai dengan "Otak-otak", tentu saja menu utamanya adalah otak-otak. Makanan yang dibuat dari adonan daging ikan tenggiri, bawang merah dan santan yang dibungkus dengan daun pisang dan dibakar. Berbeda dengan di Mentok (nama kota tempat ayah saya bertugas), otak-otak di Belinyu bentuknya pendek dan gendut, sedangkan di Mentok, kurus langsing seperti yang biasa saya temui di Jakarta. Saus cocolannya juga berbeda, di Mentok biasanya hanya dengan ulekan cabai rawit merah yang diberi sedikit garam dan perasan jeruk kunci (lemon cui), sedangkan di Belinyu cocolannya lebih meriah, yaitu saus sambal tauco dan saus sambal terasi dan perasan jeruk kunci. Rasanya tentu saja jadi lebih hidup, tapi makan otak-otak gaya Mentok juga ngangenin.
Selain otak-otak, ada juga pempek rebus. Sebenarnya gaya makan pempek rebus ini hanya popular di kalangan masyarakat Tionghoa di Bangka. Gaya melayu-nya tetap digoreng seperti di Palembang. Ada lagi baso ikan yang sebenarnya mirip dengan adonan otak-otak, tapi dibuat berbentuk bulat seperti baso lalu direbus saja. Otak-otak Belijong juga menyediakan pempek dan baso udang, sayangnya kemarin baso udang tidak ada, jadi saya belum tahu rasanya, tapi saya yakin pasti enak juga, karena semua bahan yang digunakan adalah ikan/udang segar, tidak terasa amis, tekstur lembut, dan gurihnya pas. Tidak ada jejak MSG yang berlebihan.
Cocolan aneka pempek itu sama dengan cocolan otak-otak, saus sambal tauco dan saus sambal terasi. Saya lebih suka saus sambal tauco disbanding saus sambal terasi, karena saus sambal terasinya, menurut saya, terlalu manis. Mungkin kalau gulanya sedikit dikurangi lalu ditambah dengan perasan jeruk kunci, rasanya akan lebih sedap.
Ada hal unik yang saya temui di sini. Dulu waktu di Belinyu, ada penjual pempek yang keliling dan jadi langganan kami. Si ibu menyediakan talenan kecil, pisau kecil untuk memotong pempek dan lidi dari daun kelapa yang digunakan utk menusuk irisan pempek supaya gampang mencelupnya ke mangkuk saus sambalnya. Nah, Otak-otak belijong juga menyediakan peralatan ini dan pisau yang digunakan mirip golok, tapi dengan ukuran mini. Nostalgia banget deh...
Siapa sih yang nggak tau mie Bangka? Nah, di Otak-otak Belijong ini juga ada mie Bangka. Mie-nya halus tapi direbus dengan kelembutan yang tepat (al dente), Sayangnya saya kurang cocok dengan topping-nya yang saya duga dibuat dari ikan yang dimasak terlalu halus. Daging ayam cincang yang teksturnya lebih kasar rasanya bakal lebih menarik. Selain mie bangka, ada juga selada Bangka. Hidangan satu ini sebenarnya mirip gado-gado, aneka sayuran yang disiram saus kacang, tapi rasa saus kacangnya agak asam. Segar.
Ada satu hidangan yang rasanya belum pernah saya cicipi waktu saya tinggal di Bangka: mie ikan. Tadinya saya piker mie ikan adalah mie Bangka dengan topping daging ikan giling yang diberi kuah, ternyata tebakan saya salah. Mie ikan adalah mie yang dibuat dari adonan ikan mirip baso ikan, yang dibuat lembaran tipis, lalu direbus dan diiris tipis-tipis sampai menyerupai mie. Dihidangkan dengan kuah kaldu bening dan topping tauge, sawi hijau dan daging ikan giling. Aduk dulu semuanya, lalu seruput kuahnya selagi hangat. Hmmm… sederhana, tidak berminyak, gurih dan segar. ‘Mie’ ikan yang teksturnya kenyal menambah rasa gurih hidangan ini. Kalau suka, tambahkan sedikit sambal cabai rawit , pasti makin sedap.
Di akhir pekan, Otak-otak Belijong menyediakan menu khusus, yaitu lempah ikan. Lempah sebenarnya sama dengan istilah gulai. Di Bangka banyak jenis lempah, tapi rata-rata tidak menggunakan santan. Lempah ikan yang saya tau ada 2 macam, lempah nanas dan lempah daun kedongdong. Ikannya bisa ikan apa saja, tapi lempah kedondong biasanya dibuat dengan potongan ikan pari. Rasanya gurih, asam dan segar.
Seperti juga di Palembang, es kacang merah juga populer di Bangka. Kacang merah direbus sampai empuk lalu diberi gula pasir, diberi serutan es dan siraman simple syrup warna merah.
Harga: Otak-otak Rp 2500/bh Pempek/baso ikan Rp 2000/bh Pempek/baso udang Rp 2500/bh Mie Bangka Rp 10.000 Mie ikan Rp 20.000 Es kacang merah Rp 10.000
Otak-otak Belijong Ruko Sunter Metro, Jl. Danau Sunter Utara Blok A1 No. 2 – Jakarta Utara Telp: 021-6510743
|
 Tadi malam, waktu saya lagi asyik main aneka quiz gak penting di Facebook, tiba-tiba telepon saya berbunyi, kelihatan nomor telepon: +628788236600. Gak kenal, dan hey, ini udah jam 12.13 tengah malam. Saya paling males angkat telepon yang nggak saya kenal, sempat saya diamkan sampai tiga kali. EGP ah... Karena melihat keukeuhnya si penelpon, saya jadi takut kalau ini adalah telepon darurat. Dengan degup jantung yang nyaris terdengar tetangga (lebai? biar ah :p), saya angkat telepon itu, dan halo beberapa kali, dan suara di sana cuma "halo halo... suaranya gak kedengaran nih", suara laki-laki, seperti sedang berbicara kepada seseorang. Saya telpon balik, diangkat, tapi gantian saya yang nggak dengar apa-apa. Karena bingung dan gak kenal suaranya, saya sms: ini siapa ya? atau salah sambung? Gak ada jawaban. Tujuh menit tidak ada respon (asli nih, liat jam sms dan call history), telepon saya bunti lagi, dari nomor yang sama. Saya angkat, dan terjadi percakapan sbb: Dia: halo, ini Ibu Linia? Saya: siapa? Dia: Ibu Liiindaa? Saya: siapa? *takut salah denger* Dia: Ini Ibu Liiiiaaa (mengeja pelan-pelan, seperti sedang membaca bibir orang lain *parno mode on*) Saya: bukan Dia: jadi ini siapa? Saya: lho, kamu mau telepon siapa? (dengan nada suara mulai tinggi) Dia: ng... salah sambung Saya: *pencet end call* Gila deh, jantungan belum reda, makin deg-degan karena sebel. Bukan telepon darurat, tapi salah sambung atau bahkan telepon iseng. Gak lucu banget deh, tengah malem gituloh... Saya kok curiga sebenernya penelpon iseng itu memang mau telepon ke saya, tapi pake suara orang lain yang susah inget nama, dah gak jago baca bibir, akhirnya gagal deh. Akhir-akhir ini saya sering menerima blocked number/private number, dan biasanya saya angkat, tapi saya gak ngomong, diemin aja di meja. Pernah kena batunya, karena rupanya orang gereja yang minta saya bantuin motret acara di gereja. Maaf deh Tante... Tapi masa beliau sih yang terus-terusan nelpon selama ini? Aneh dan mengganggu banget deh... Enaknya diapain ya kalo ada telepon-telepon seperti itu? Gambar diunduh dari photosearch.com
|  | Sabtu sore kemarin saya ikutan Food Photography Workshop yang diadakan oleh Id-Strobist, kelompok fotografer pecinta external flash. Selama ini saya belum pernah motret makanan menggunakan lampu flash, kesempatan ini saya gunakan untuk menambah ilmu.
Walaupun, tentunya hasilnya masih jauh dari foto-foto para suhu di sana, saya coba tampilkan beberapa hasilnya di sini.
|
|  | Buat pecinta dim sum, tempat yang satu ini boleh diperhitungkan. Memang bukan restoran yang khusus menjual dim sum, tapi rupanya mereka tidak main-main dengan dim sum sajiannya. Bahan-bahannya bekualitas sangat baik, menghasilkan dim sum yang juga berkualitas sangat baik. Saya biasanya menandainya dari kualitas udang di Hakaw, kalau masih 'nyakrek', dan manis, pastilah udangnya segar. Potongan udangnya juga pas, sehingga teksturnya masih terasa ketika dikunyah. Pangsit udang mayonesnya juga enak. Kulitnya renyah, dengan aroma khas kulit pangsit yang menyenangkan, dan udang isian yang segar, nikmat banget dicocol dengan mayones gurih, asam dan segar.
Beberapa waktu lalu, saya, Teddy dan Reggie coba makan di sana. Tidak banyak yang kami coba, hanya yang terlihat di foto-foto di bawah ini. Rencananya, besok saya dan beberapa teman tukang makan mau brunch di sana. Sebelumnya, mungkin ini bisa jadi teaser, buat ngabibita, hehehe... |
|  | Saya benar-benar sedang beruntung. Beberapa hari lalu Yuli, pemilik Cupcakes Heaven , sms saya: ada sesuatu buat lo foto, gue kirim ke kantor suami lo aja ya. Ternyata oh ternyata, cupcakes degnan tema natal yang lucu-lucuuuu banget, dan tambah bikin gak tega makannya.
Buat Yuli, ini beberapa foto yang gue bikin, moga-moga suka ya Yul... Sayang banget pesanan untuk natal sudah ditutup ya... Telat deh gue :(
Buat teman-teman lain, terutama pecinta food photography, mohon kritik dan saran. Ada beberapa yang sengaja saya bikin OE, tapi nggak pede juga, apa udah benar begitu, atau sebaiknya dibikin lebih gelap? |
 | Category: | | Desserts | | Style: | | American | | Special Consideration: | | Quick and Easy | | Servings: | | 1 cup |
Description:Resep ini saya contek dari teman-teman di Pagi Jakarta, O Channel *makasih Miranti* Gampang banget bikinnya, sampai-sampai tanpa di-brief terlebih dulu pun bisa langsung dibuat oleh Jill dan sukses! Setelah saya cicip, rasanya terigunya buat saya masih kebanyakan. Entah takaran sendok makannya yang terlalu munjung, atau memang harus dikurangi sedikit lagi supaya lebih ringan. Resep langsung saya copy paste dari http://esbatuku.multiply.com/recipes/item/2/Cake-In-A-MugSelamat mencoba! Ingredients:3 sdm terigu 9 sdm hot chocolate instant (kita pake Delfi Hot Chocolate instant dan rasanya pas, ga terlalu manis dan ga terlalu pahit) 1 btr telur 4 sdm air 3 sdm minyak (jangan minyak zaitun atau minyak yang dari kacang2an, minyak kelapa biasa cukup kok) Directions:1. Campur hot chocolate instant & terigu dalam mug. 2. Masukkan telur, aduk rata 3. Masukkan air dan minyak, aduk rata sampai ke bawah, karena kadang di bagian bawah ada bubuk yang ga ikut keaduk. 4. Masukkan ke microwave, setel timer 3 menit. 5. Adonan bakal nyembul keluar dari mug, TENANG! itu normal kok. 6. Setelah matang, tuang kue ke piring, siap dinikmati! Sebenernya di resep asli ditambahin garam sedikit, ada juga versi yang nambahin vanili bubuk sedikit. Tapi berhubung Delfi ingredients-nya udah termasuk garam n vanili, jadi ga kita tambahin lagi. Buat variasi mungkin bisa tambahin chocolate chip sebelum dimasukin ke microwave. Atau dimakan dengan es krim di atasnya. Bisa juga taburin tepung gula setelah kue disajikan di piring (jangan dihancurin kl mau pk tepung gula, biar keliatan cantik). Kalo mau yg creamy, mungkin airnya bisa diganti susu. Simpel kan? Lumayan kl lagi pengen ngemil. Selamat mencoba ! ^_^ NOTE: ***tadi sore saya mencoba membuat cake ini sendiri dengan 3 sachet swiss miss - dark chocolate sensation (@35gr). Jumlah terigu saya kurangi hanya 2 sdm saja. Hasilnya teksturnya masih lumayan padat kok, tapi lebih empuk. Air saya ganti susu UHT plain. Cake masih terasa kurang moist, lain kali mungkin minyak sayur akan saya tambah 1 sdm lagi. saya juga merasa cake ini lebih nikmat kalau dimakan langsung dari cup-nya, tapi ukuran satu resep ini rasanya terlalu besar utk porsi saya. lain kali saya akan membaginya menjadi dua atau tiga cup kecil saja.*** 
|  | Facebook memang menyenangkan, saya bisa bertemu banyaaaaaaak teman-teman lama yang saya pikir sudah menghilang entah ke mana.
Di facebook juga saya bertemu seorang teman kuliah yang namanya Yuli (lihat profilnya di Facebooknya Yuli atau di Cupcakes Heaven ) yang dulu sering dapet julukan Tuyul.
Ternyata oh ternyata, Yuli sekarang udah jadi ratu cupcakes dengan bendera CUPCAKES HEAVEN. Cupcakes buatannya cantik-cantik, enak dan tentunya laris manis.
Setelah bercanda minta cupcakes sebagai "denda" karena dia telat mengucapkan selama ulang tahun, eh Yuli beneran kirim cupcakes buat saya. Kebetulan yang pas banget, dia kirim chocolate cupcakes yang memang jadi favorit saya.
Setelah dicoba, cupcakesnya gak cuma cantik, tapi rasanya juga enak, moist, dan coklat banget. Recommended banget buat temen-temen yang pengen cari cupcakes untuk acara-acara khusus, atau sekedar untuk memanjakan lidah sendiri.
Ini beberapa foto-foto cupcakes yang dikirim Yuli buat saya. Terima kasih Tuyuuulll!! |
 Sering kali saya terkaget-kaget dengan komentar ataupun opini Reggie tentang suatu hal yang dilihat atau dirasakannya. Komen-komen tersebut sering terasa terlalu dalam, apalagi untuk anak seumur Reggie (11 tahun). Jumat malam lalu, ketika dalam perjalanan ke tempat les piano, tiba-tiba dia berkata seperti ini: "Ma, sometimes I think, if life is a dream, I wish I had a good one, and if life is a game, I wanna play well..."
Saya sampai bertanya, dari mana dia dapat kata-kata itu, dan dia bilang: aku cuma kepikiran aja barusan... Saya cuma bisa bilang: " Iya Dek, mama juga setuju, setuju banget! Kata-kata kamu barusan bener dan bagus banget."
Banyak kata-kata/komen lain sebelumnya yang tidak sempat saya catat. Lain kali saya akan catat dan upload ke sini, buat kenang-kenangan.
Ternyata belajar hidup juga bisa dari anak kecil ya ... Terima kasih Nak, mama sayang kamu. 
Ada kabar gembira buat kami sekeluarga, Gary mendapatkan kesempatan belajar di Singapura melalui ASEAN Scholarships, sebuah program beasiswa yang setiap tahun diberikan oleh Ministry of Education, Singapore, untuk anak-anak dari negara ASEAN ( infonya lihat di sini ). Surat pemberitahuannya saya terima tanggal 8 Oktober kemarin, dan tanggal 4 November ini dia sudah berangkat ke Singapura untuk mengikuti masa orientasi dan intensive english course selama dua bulan, sebelum mulai belajar awal Januari 2009 nanti.
Ini adalah kesempatan yang luar biasa, karena beasiswa yang diberikan tidak hanya urusan uang sekolah (selama 4 tahun) saja, tetapi sudah termasuk tiket pesawat di awal dan akhir masa beasiswa, asrama (termasuk sarapan dan makan malam), asuransi kesehatan, asuransi jiwa dan sedikit uang saku. Buat saya, ini benar-benar anugerah yang luar biasa, nggak kebayang sebelumnya. Sempat sih punya cita-cita menyekolahkan anak di luar negeri, tapi bukan di level pendidikannya sekarang ini. Benar-benar nggak kebayang...
Gary serius sekali mempersiapkan segala sesuatunya sejak awal, saya hanya membantu menyediakan waktu untuk mengantar tes saja. Ketika tes pertama selesai dilalui, Gary sempat mengatakan bahwa dia merasa ragu kalau dia bisa diterima, karena ada beberapa soal yang tidak bisa dijawabnya sama sekali. Saya mengingatkan Gary untuk bersyukur, karena tidak semua pendaftar bisa dipanggil untuk mengikuti tes tersebut, jadi sampai di tahap ini pun sudah merupakan satu kesempatan yang luar biasa. Tapi rupanya panggilan kedua kembali diterima, Gary diminta ikut wawancara karena dia dinyatakan lolos tes sebelumnya, dan pengumuman penerimaan kami terima dua minggu setelah itu.
Airmata tidak bisa ditahan ketika surat penerimaannya saya baca. Syukur, bangga, terharu, sekaligus sedih karena harus melepaskan Gary -- yang masih berusia 15 tahun -- untuk pergi sekolah di negeri orang. Lebih terkejut lagi ketika saya melihat tanggal keberangkatannya, tidak sampai satu bulan dari pengumuman itu, Gary sudah harus tiba di sana? Kenapa cepat sekali? Saya belum menyiapkan hati saya untuk berpisah dengan dia secepat ini. Rasa syukur yang luar biasa dan rasa belum rela berpisah bergantian mengaduk-aduk emosi saya, galau sekali rasanya. Setiap kali menceritakan berita bahagia ini kepada keluarga, sahabat dan teman-teman, air mata sulit sekali saya bendung.
Tadi sore, saya mengantarkan Gary untuk menghadiri acara briefing di Kedutaan Singapura. Duta besar memberikan sambutannya langsung kepada seluruh penerima beasiswa (41 anak dari seluruh Indonesia). Beliau juga secara langsung membagikan dua amplop yang berisi tiket ke Singapura dengan Singapore Airlines dan check yang harus dicairkan untuk mengganti biaya pembayaran fiskal dan airport tax di Bandara Soekarno Hatta. Di jalan pulang, kembali saya sadar, kalau Gary benar-benar mau pergi. Waktu saya telpon Teddy untuk mengabarkan perkembangannya, rasanya saya susah untuk berbicara panjang-panjang. 
Ternyata saya nggak sendiri, Teddy dan Reggie juga merasa sedih karena Gary harus pergi jauh. Beberapa kali saya dan Teddy terlibat diskusi tentang kepergian Gary, sesekali saya melihat air mata menggenang di matanya.  Reggie akhir-akhir ini sering memeluk saya setengah menangis sambil mengatakan takut hari kiamat. Di awal-awal saya cuma mengingatkannya untuk berdoa supaya rasa takutnya hilang, sampai kemarin malam dia kembali mengatakan hal yang sama lagi. Setelah menjelaskan tentang esensi hari kiamat dari sisi iman kristiani, saya melihat Reggie lebih tenang, walau belum sepenuhnya lega. Saya jadi berpikir, pasti ada hal lain yang sedang mengganjal hatinya. Ketika saya "korek" perasaannya tentang kepergian Gary, dia langsung menangis tersedu-sedu, demikian juga saya.    Saya berusaha menghiburnya, kalau Singapura itu tidak jauh, dan dia bisa sesekali pergi ke sana atau Gary pulang liburan ke sini. Bisa kirim email, bisa chat plus liat-liatan lewat webcam. Setelah perbincangan ini, Reggie kelihatan lebih lega.
Di antara semua rasa sedih itu, rasa syukur tetap yang paling besar. Buat saya dan Teddy, pendidikan anak adalah hal yang paling utama, kami selalu berusaha memberikan yang terbaik, tentu saja yang sesuai dengan batas kemampuan kami. Kami sepakat, cuma itu yang bisa kami wariskan untuk masa depan kedua anak kami. Dengan kesempatan ini, selain bisa mendapatkan pendidikan yang baik, Gary juga mendapat kesempatan untuk belajar hidup: mengurus dirinya sendiri dan membina kehidupan sosial di tempat baru.
Tak henti-hentinya saya berdoa untuk Gary dan Reggie -- anak-anak yang Tuhan percayakan buat saya dan Teddy -- agar apapun jalan yang Tuhan berikan, biarlah Tuhan juga yang memberi mereka kemampuan untuk memilih dan menentukan arah yang benar. Amin...
** maaf, fotonya goyang dan gelap, tapi ini adalah foto terbaru mereka berdua yang bisa saya rekam**
|  | Sebelum makin basi, buru2 diupload deh...
Di bulan Agustus kemarin, kami sekeluarga mampir dua kali ke Tony Roma's. Biasanya kami mampir ke sana untuk perayaan spesial. Kali ini diawali dengan perayaan 17 tahun pernikahan saya dan Teddy pada tanggal 3 Agustus, dan ulang tahun Reggie yang ke 11 tahun pada tanggal 30 Agustus. Mungkin mood-nya lagi jadi carnivora, makanya tempat ini dipilih berturut-turut.
Tony Roma's masih menyenangkan. Antrian sudah tidak seramai dulu. Interior yang hangat belum berubah diantara deru trend minimalis yang lagi seru-serunya di restoran-restoran Jakarta. Kualitas makanannya juga tetap dijaga. yang nggak bisa dijaga cuma harganya, hehehe...
Tony Roma's Panin Bank Center, Ground Floor Jl. Jendral Sudirman Kav. 11 Jakarta 10270 Telp: 021-7202735 - 36
Appetizer Sampler Rp90.000 Caesar Salad Rp35.000 Half Baby Back Rp135.00 Southern Beef Rp260.000
|
|  | Awalnya saya ke Plangi karena janjian ketemu dengan Afa , tetapi karena Afa kena sedikit 'musibah' jadi dia nggak bisa lama-lama, cuma ketemu bentar, foto sekali, trus dia buru2 pergi lagi.
Karena waktunya yang pas dengan jadwal 3in1, saya nggak bisa segera pulang. Arie yang kebetulan mesti jemput Erna yang punya acara bukber-an di Plangi, akhirnya jadi teman kencan saya berikutnya.
Karena Arie puasa, jadi kita cari tempat buka puasa, liat-liat sebentar, akhirnya nemu Shabu Tei yang memasang banner promo diskon 50% dari BCA Card. Naaah, ini dia, menu yang tepat untuk buka puasa, dan bisa pesan wagyu beef shabu-shabu dengan potongan harga 50%. Gak mungkin ditolak!
Kita pesan 1 set wagyu beef large set, yaitu 1 piting besar irisan wagyu beef dan satu piring aneka sayuran, 1 porsi spicy salmon salad, 1 porsi agedashi tofu dan 1 porsi wagyu on grill with butteryaki sauce.
Semuanya sukses (baca deskripsi di tiap foto) kecuali wagyu on grill. Dagingnya terlalu tipis dan sausnya terlalu 'tebal'. Yang terasa tinggal teksturnya yang empuk aja, juice-nya hilang ditelan saus yang makin lama makin mengering karena disajikan dengan hot plate.
Harga total pastinya lupa, tapi sekitar Rp. 225.000, termasuk 2 ocha dingin dan 1 jus sirsak.
Promonya ampe kapan ya? |
|  | Bubar-an kali ini agak2 heboh karena tempat makan di Automall yang jadi sasaran pertama ternyata udah tutup. Pindah sasaran lain, eh tutup juga. Setelah panik karena belum nemu tempat dan waktu buka puasa udah mepet, akhirnya yang kepikiran ya di Chamoe-chamoe, nggak jauh dari Automall, dan yang pasti mejanya masih tersedia.
Rupanya sekarang Chamoe-chamoe jadi lebih luas, meja yang tersedia lebih banyak. Boleh pesan makanan lebih dulu, jadi ketika saya dan teman-teman tiba di sana, makanan sudah tersedia di atas meja, siap untuk disantap.
Rasanya pilihan menunya udah beda. Ayam buluh yang dulu selalu saya pesan, udah nggak ada. Perkedel jagungnya juga berubah. Tapi kuah asam salmon dan tumis pakisnya cukup lumayan menghibur hati.
Peserta yang datang ternyata cuma enam orang, ada yang nggak respon, ada juga yang memang tidak bisa datang, dan ada juga yang tadinya bilang mau datang, tapi batal.
Susah juga ya ngumpulin temen-temen. :-( |
|  | Satu kegiatan untuk dua percobaan, resep dan foto. Ini hasilnya.
Hasil keduanya masih kurang canggih. Cupcakes masih kurang moist, resep harus diutak-utik lagi. Foto juga kok rasanya masih kurang kreatif, rasanya liat foto makanan orang-orang kok cakep-cakep, apalagi liat foto-foto makanan di MPnya Arfi yang asli keren-keren dan kreatif banget.
Ayo-ayo belajar teruuuss... |
 | Bandel! | Sep 3, '08 2:55 AM for everyone |
 Kemarin siang, henpon saya berbunyi dan terlihat nama Teddy di layar yang berkedip-kedip. Rupanya dia merasa nggak enak badan dan mau ke dokter sebelum pulang dari kantor. Tidak lama kemudian Teddy telepon lagi, katanya udah di IGD Hospital Cinere, tapi belum bisa pulang karena harus menunggu hasil tes darah. Saya segera menyusul ke sana. Tiba di IGD, Teddy terlihat sedang tiduran, mukanya terlihat kemerahan. Ketika saya tempelkan punggung tangan saya, pipinya terasa hangat. Demam nih. Memang Teddy sudah merasa nggak enak badan sejak Jumat malam (rencana ke Bandung jadi batal deh), dan istirahat seharian selama hari Sabtu. Sempat minum obat flu karena pilek dan batuk mulai menyerang. Minggu kami pergi makan siang dalam rangka ulang tahun Reggie, dan Senin Teddy masih bisa pergi kerja dengan perasaan lebih baik. Senin malam, batuk menyerang bertubi-tubi. Selasa pagi dia terlihat lemas, dan saya sudah menganjurkan untuk istirahat di rumah saja, tapi dia tetap saja pergi kerja. Rupanya, Teddy ngaku ke dokter kalau sudah merasa nggak enak badan sejak hari Kamis. Tapi karena hari Jumat janjian motret dengan teman-temannya, dia jadi sok kuat, dan nggak mau cerita, karena kalau saya tau, pasti saya larang. Sebenarnya, hal ini bukan hal baru. Teddy sudah sering begitu. Ketika saya cerita kepada teman-teman, rata-rata ceritanya mirip, bahkan suami seorang sahabat (halo Ra!) ngotot pergi keluar kota dalam kondisi demam karena ada pekerjaan penting yang menanti walaupun dokter sudah melarangnya pergi. Kalau sudah begini, selain rasa kasian, jujur aja ada rasa sebel juga. Kenapa harus sok kuat dan nggak mau istirahat padahal udah ngerasa nggak enak badan? Kenapa harus sampe tumbang beneran baru mau istirahat? Kalau cuma flu masih lumayan, tapi saya ngeri membayangkan penyakit-penyakit seram lainnya yang datang tanpa terduga, walaupun Teddy secara rutin selalu melakukan medical check-up. Hari ini Teddy masih sedikit demam, tidak sepanas kemarin dan masih istirahat di rumah. Benar juga kata Ira, sahabat saya: "anggap aja ini 'blessing', kalau nggak demam kan dia bakal kerja terus dan gak mau istirahat." Tapi kita liat aja besok dia gimana, biasanya sih kalo udah enakan dikit, langsung mau kerja lagi. *sigh* Duh Tuhan, tolong jaga suamiku, tolong juga buat dia peduli dan sensitif dengan kesehatannya. Biar dia suka bandel urusan kesehatannya, nggak mau dengerin istrinya yang bawel ini, aku sayang banget ama dia... foto diambil dari www.photosearch.com, kondisinya persis ketika kemarin saya masukkan themometer ke bawah lidahnya sambil mengompres kepalanya dengan bungkusan es batu. :p
|  | Kemarin siang saya dan Ira diajak Meidi makan di Huize Trivelli gara-gara ditulis di Kompas, Meidi jadi penasaran pengen coba makan di sana. Sebenarnya saya juga penasaran dengan restoran yang satu ini, tapi belum pernah sempat mampir.
Makanannya ala tempo dulu, yang banyak dipengaruhi oleh makanan belanda dan cina, seperti bistik, huzaren sla, nasi goreng ikan asin, udang lapis, dll. Rasanya? Karena kami bertiga cuma nyobain steak-steak-an, dan gak ada yang sukses, steak Ira dan Meidi keras, dan wienersnitzel saya rasanya bervetsin, karena leher langsung gak enak, dan pipi mulai kram, alergi booo. Yang mayan enak cuma huzaren sla, klappertaart dan fruit saladnya. Entahlah jenis makanan lain gimana rasanya. Harga makanan tidak terlalu mahal karena menggunakan bahan lokal. Steak berkisar dari 40-55rb aja.
Saya lebih tertarik pada interiornya, serba antik, penuh pernak pernik (maksimalis? hehehe) jadul, dengan dinding aneka warna dan furniture yang mayoritas dari kayu. Suasananya juga sepi, sejuk dan tenang. Mungkin akan balik ke sana untuk ngeteh dan dessertnya aja.
Huize Trivelli Jl. Tanah Abang II no 108, Jakarta Pusat. www.huize-trivelli.com Telp: 021 - 3865803 |
| Start: | Aug 18, '08 10:00p | | Location: | Suzuki Pondok Indah, Jln Kartika Utama Kav. V-TA |
Acaranya .... Perayaan Ulang Tahun Jalansutra Waktu dan tempatnya ... Senin, 18 Agustus 2008 Di Suzuki Pondok Indah Jam 10.00 – selesai (Pintong sangat disarankan) Ada apa aja ... 1.Pameran Foto pemenang lomba foto Ultah JS. Yang ini kayanya Harnaz yang akan nerangin lebih jauh. Ya har yaa? 2.Launching buku terbaru serial Kuliner Jalansutra dengan topik "Rayuan Pulau Kelapa" 3.Potlak dengan tema "Mudik Nasional Jalansutra" Nah yang ini kayanya harus dijelasin lebih lanjut ya ... soalnya ada skenarionya. Skenarionya gini: Apa yang coba bakal terjadi kalau kita, member Jalansutra, mudik bersama-sama dan pas pulang kopdar? Yang terjadi adalah masing-masing akan membawa oleh-oleh (berupa makanan tentunya) khas daerah, yang dishare untuk dinikmati bersama-sama. Sebuah potluck hasil Mudik Nasional anggota Jalansutra! Ini yang akan kita coba realisasikan di acara ultah, meskipun tentu mudiknya pura-pura :P Jadi peserta membawa makanan khas Indonesia dari daerah tertentu. Boleh cemilan, jajanan, minuman, makanan berat, asal makanan daerah mah, angkuuutt!!! Ga harus dari daerah aslinya, ga juga harus dari daerah asal anda, yang penting makanan daerah. Makanan yang dibawa, boleh beli atau masak sendiri, yang penting makanan daerah Indonesia. Peserta yang jumlahnya ratusan ini (optimis hehehe) akan dikelompokkan sesuai dengan daerah asal makanan yang dibawa. Jadi akan ada kelompok Minang, Bandung, Jogja, Bali dst. Setiap kelompok akan mendapat properti berupa: meja, kursi, perlengkapan makan dan ... sebuah mobil sebagai latar belakang (Ini alasan kenapa kita adain acaranya di showroom hehehe). Skenarionya kan kelompok baru saja mudik. Mudik dari mana? Ya tergantung makanannya, kalau kelompok Minang ya berarti baru mudik dari Padang. Makanya kita sediain mobil, koper dll sebagai properti supaya mudiknya keliatan lebih meyakinkan hehehe... Kelompok Minang (yang misalnya terdiri dari Barens, Adi dan Grace ini) yang baru saja mudik ini membawa aneka oleh-oleh berupa makanan khas Padang. Barens membawa ayam singgang, Adi membawa pical Sikai dan Grace membawa Katan Sarikayo. Oleh-oleh inilah yang kemudian dijejerkan di atas meja, siap untuk diicip2 peserta yang lain. Setelah menyusun display oleh-oleh kelompoknya dan janjian siapa yang gantian jaga "warung", kita bisa berkeliling ke meja kelompok laen, mencicipi oleh-oleh dari daerah laen di seantero Nusantara. Gimana, cocok kan dikasi judul "Mudik Nasional Jalansutra"?!? Peralatan makan, nasi putih, dan plastik buat bungkus2 makanan sisa (kalo ada) juga kita sediakan. Pokonya tinggal makan, berpose mudik lalu pesta pora cicip sana sini. Asiiikkk kaan!! Kalau mau pake iket kepala atau selendang khas memperkuat imej mudik kelompok juga disarankan. Contonya nih, Endru mau bawa Bebek Madura Ma Isa, dan dia datang mo pake kaos merah garis-garis dan baju item ala tukang sate. (Ini beneran, dia udah siap kostum katanya hehehe) Caranya gimana? Cukup daftarkan diri anda ke kuliner @ jalansutra.or.id (kuliner at jalansutra dot or dot id) Formatnya: Nama, nomor telepon, makanan yang dibawa, daerah asal Contoh: Cindy Ceret, 0811XXXXXX, Binte Biluhuta, Gorontalo Panitia semangat kekeluargaan memutuskan untuk tidak memungut biaya pendaftaran. Peserta yang mendaftar diharapkan memang punya itikad baik untuk hadir, bukan yang jenis JJTJ (jauh-jauh deh ya yang cuman daptar tapi ga dateng). Nomor telepon tidak akan dipublikasikan atau dijual ke pihak ke 3, hanya untuk konfirmasi kehadiran saja. Untuk Acara ini Pak Bondan sudah konfirm akan hadir (potong tumpeng ya Paak!), beberapa sponsor juga sedang didekati siapa tau ada yang mo nyumbang2 gudibeg untuk dibagikan ke peserta (horeee ....!!! ). Juga bakal ada lomba-lomba khas JS yang bakal bikin acara 17 agustusan di RT anda minder. Kita juga sedang approach beberapa media untuk meliput acara ini. JS luar daerah yang ga bisa hadir tapi mo partisipasi ngirim makanan juga dipersilahkan pisan. (Jadi inget ulang taon ketiga, dikirim berkilo kilo nastar home made dari Vebby JS Surabaya. Enak sekali hiks). Gerombolan JS Bandung juga katanya sudah konfirm mau saba ibukota, sudah memesan satu meja khusus di sebelah Suzuki Swift Merah untuk makanan Khas Bandung. Nyam nyam nyam ... Ah pokonya mah bakal meriaaaah .... Ayoo ayooo ... jangan sampe ketinggalaann .... Salam kompor mleduk kuadrat!! Ceret Cindy for Panitia Mudik Nasional Jalansutra ------------------------------------------------------------------------------------ Berkaitan dengan acara HUT JS: Mudik Nasional Jalansutra, berikut ini adalah daftar PEPES (Pertanyaan-Pertanyaan Sering, alias FAQ): 1. Kapan acaranya? Dimana? Acaranya tanggal 18 Agustus 2008, mulai jam 10 pagi sampai kelar. Diadakan di Showroom Suzuki Pondok Indah, pojokan lampu merah Pondok Indah, dekat PI Mall, seberang Masjid Raya Pondok Indah. O,ya.. Jakarta.. 2. Acaranya apa? Perayaan ulang tahun JS ke-lima, peluncuran buku Kuliner seri 6 - 7 dengan tema Indonesia Raya, Pameran dan Lomba Foto Kuliner, potluck (bawa dan berbagai makanan). Foto-foto, ngobrol-ngobrol, ketawa-ketawa.. makan-makan! 3. Siapa yang boleh ikut? Anda! Semua JS-er, baik yang aktif menulis maupun aktif membaca, baik yang rajin review atau kerjaannya nanya melulu.. Ya, semua diundang, semua boleh datang. Daftar dulu ya.. 4. Daftarnya kemana? Bagaimana caranya? Kirim mail ke kuliner@jalansutra.or.id (kuliner at jalansutra dot or dot id), dengan menyebutkan nama, nomer telepon dan nama makanan yang akan dibawa. Nomor telepon anda tidak akan dipublikasikan, hanya untuk konfirmasi saja. Jangan mendaftar kalau nggak niat datang. Kami sangat membenci orang yang mengumbar JJTJ (Janji Janji Tinggal Janji..) 5. Apakah semua harus bawa makanan? Ya, anda harus bawa makanan. Makanan yang dibawa boleh berupa menu utama, cemilan, kue, dessert atau lainnya, yang penting HARUS makanan Indonesia. Beli atau bikin sendiri, terserah. Mohon membawa dengan jumlah yang cukup untuk 2 - 5 orang saja. Panitia menyediakan alat makan dan alat membungkus buat bawa pulang. Wadah untuk menyajikannya (kalau diperlukan) anda bawa sendiri ya? 6. Apa itu "Mudik Nasional"? "Mudik Nasional" adalah tema kita kali ini, nanti seluruh makanan bawaan dari peserta yang hadir akan dikumpulkan sesuai dengan daerah asal makanan tersebut, lalu dipajang di depan mobil yang "ceritanya" baru pulang mudik. Meskipun anda "jaga meja", anda boleh (dan harus) berkeliling ke seluruh area untuk icip-icip. Bayangkan kalau seluruh JS-er mudik, lalu melakukan kumpulsutra sesudahnya sambil bawa oleh-oleh.. 7. Ada dress-code? Nggak ada.. tapi kalau mau pakai aksesoris yang berkaitan dengan daerah asal makanan yang anda bawa boleh banget. Misalnya, saya mau bawa colenak, terus nanti saya mau pake dandanan kayak wayang golek.. 8. Apakah jumlah peserta dibatasi? Nggak! Makin banyak yang dateng makin meriah bukan? Pokoknya, tiada kesan tanpa kehadiranmu!! 9. Bagaimana nasib JS-er di kota lain? Kalau anda ingin bergabung ke Jakarta, kita seneng banget. Kalau mau bikin yang serupa atau kumpulan dalam bentuk lain di kota anda.. Silakan.. Kalau ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, atau ada sponsor yang mau nambahin isi goodie-bag oleh-oleh buat peserta atau doorprize, silakan email ke kuliner@jalansutra.or.id (kuliner at jalansutra dot or dot id). Hatur nuhun. wass, Irvan Kartawiria Untuk HUT JS: Mudik Nasional Jalansutra
Demam QR Code melanda insani.*halah* Gara-gara postingan Hanny Santoso saya jadi ikut-ikutan cari QR code untuk Multiply saya.Ini dia bentuknya: 
|  | Ke Bandung makan makanan Sunda? Ya iyalah! Walaupun nggak harus, tapi rasanya kurang pas kalo ke Bandung nggak makan Se-Sunda-an. Pilihan kali ini jatuh ke Raja Rasa, restoran masakan Sunda yang dari dulu pengen saya coba, tapi baru kali ini kesampean.
Tiba pada waktu makan siang membuat saya harus memakai jasa valet untuk memarkir mobil. Ditambah udara Bandung yang siang itu 34 derajat celcius, rasanya malas jalan jauh-jauh. Meja-meja juga penuh. Sempat diberi ruangan VIP untuk dua belas orang (kalo gak salah ngitung), tapi akhirnya kami pindah ke meja untuk enam orang karena kami cuma berlima. Untungnya lagi, meja tepat di sebelah jendela, posisi yang oke buat motret makanan. *penting!* :))
Sebenarnya perut masih agak kenyang gara-gara brunch mie Bangka dan otak-otak di Gatsu, kami pesan "Paket 1" untuk 4 orang, yang isinya 1 gurame bakar Raja Rasa, Kangkung Hot Plate Sapi, 1 ekor ayam bakar/goreng, tahu goreng bumbu, dan tentunya nasi putih. Lihat tampilan cumi telor bakar di buku menu membuat saya gak tahan untuk gak pesen, hehehe,
Sambil menunggu, saya jadi mengamati interiornya yang nyaman. Sempat tadi terkagum-kagum dengan meja di Ruang VIP yang lebar dan panjaaang, dan dibuat dari kayu utuh, nggak ada sambungan sama sekali. kebayang tuh pohon segede apa yang dipotong? Meja kasir juga dibuat dari potongan batu granit yang besaaaar, dan terlihat kasar di sisi-sisi pinggirnya. Cantik. Terlihat serius ngurusin interiornya. Gimana dengan makanannya? Yuk cobain...
Tahu goreng bumbu adalah tahu putih berpori (tahu sumedang?) yang digoreng lalu diberi taburan kremesan. Dengan nama yang mengandung kata "bumbu", saya berharap rasanya lebih gurih, tapi rupanya biasa aja, nggak istimewa.
Gurame bakarnya oke aja, sepertinya sudah digoreng dulu sebelum dibakar, jadi agak terlalu kering. Balutan bumbu kecap dengan serpihan ketumbar halusnya cukup wangi, kalau dagingnya lebih moist sedikit, rasanya pasti lebih oke.
Kangkung hot platenya asyik. Walaupun bukan makanan sunda asli karena sudah dipengaruhi masakan tionghoa, tapi selama namanya kangkung, nyambung-nyambung aja dimakan dengan aneka se-Sunda-an. Kangkungnya masih crunchy, potongan daging sapinya melimpah, dan sausnya gurih-gurih manis dengan wangi tauco yang khas.
Yang paling asik adalah cumi telor bakarnya, empuk dan sedap. Olesan bumbunya tidak merusak rasa asli cumi. Ketika dimakan dengan sambal mangga gretongan yang dibagi ke semua meja, rasanya jadi tambah nikmat, gurih, manis, asam dan pedas... Sluurp...
Ayam goreng dan ayam bakar datang terlambat. Sempat saya coba juga ayam gorengnya, tidak istimewa, rasa asin lebih dominan dibanding bumbu-bumbu lainnya. Untung sambalnya enak, terasinya wangiii...
O iya, harga minumannya mayan mahal. Agak kecewa juga dengan santan di es cincau hijau yang terasa "kara" banget. Tekstur cincau hijaunya juga sudah lembek, terasa tidak segar.
Restoran rame itu rupanya nggak cuma karena makanan, tapi karena suasana juga. Tinggal kita aja yang tentukan, mau makan enak, atau enak makan?
Raja Rasa Restoran Jl. Setra Ria no. 1 - Bandung Telp. 022-2005070
harga: paket 1 Rp181.000 cumi telor bakar Rp79.500 es jeruk kelapa Rp13.500 cincau hijau Rp9.000 es kelapa muda Rp12.000 teh hangat Rp2.000 air minum kemasan (330ml) Rp6.000
|
| |